Thursday, April 17, 2008

Jangan Pernah Berhenti!

Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : 'never give up' (jangan pernah berhenti).

Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.

Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal 'T' yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara, hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang. Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.

Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.

Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.

Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.

Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : Never Give Up!!!

Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : jangan pernah berhenti.

Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental never give up yang lebih mengagumkan.

Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental never give up semakin kuat. Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.

Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.

Gagal Atau Cepat Berhenti?

Kegagalan merupakan bagian dari kehidupan. ia selalu ada dimana - mana, mengintai setiap gerak dan aktivitas siapapun.Masalahnya, sejauh mana seseorang dapat bangkit, dan mampu melewati kegagalan itu sendiri untuk menempuh tujuan hidupnya? Dalam bahasa motivasi, kesuksesan merupakan buah kegagalan. Artinya, bila pelbagai rintangan termasuk kegagalan itu sendiri dilewati, otomatis kesuksesan itu menyambangi.

Kolonel Sanders bisa dijadikan contoh, manusia gaek dibalik lezatnya ayam goreng KFC. Tahukah anda, perjuangannya "menjual" resep ayam goreng benar - benar luar biasa, maklumlah karena resp ayam gorengnya bukan dijual secara konvensional melainkan ia meminta keuntungan secara royalti, asalkan penjualan meningkat. Colonel Sanders mengalami berbagai penolakan. bukan hanya satu atau dua kali tetapi 1009 kali.

Seringkali ia dicemooh namun semua itu tidak membuatnya frustasi. Ia tetap tabah dan semangat, walaupun usianya mencapai 60-an Colonel Sanders tetap optimis keluar masuk restoran. Barulah, setelah penolakan 1009 kali - Colonel Sanders sendiri yang menghitung, resep ayamnya diterima.

Setiap orang sukses pasti pernah mengalami kegagalan. apapun bisnisnya. Jika Anda menjalankan bisnis Tianshi kendala yang paling sering Anda temui adalah ditolak. Tapi diibaratkan satu sisi mata uang recehan jika Anda melempar sepuluh kali pasti sisi yang tampil berbeda - beda. begitu juga dalam menjalankan bisnis ini, jika ada sepuluh orang yang Anda presentasikan akan ada yang menolak dan akan ada yang bergabung.

Sudah siap untuk ditolak?

Winner VS Looser

The Winner is aLways part of the answer
The Loser is always part of the problem
The Winner says "let me do it for you"
The Loser says "that's not my job"

The Winner sees an answer for every problem
The Loser sees a problem in every answer
The Winner goes through a problem
The Loser goes around a problem n never gets to it

The Winner says "It maybe difficult but it's possible"
The Loser says " It maybe possible but it's too difficuLt"
The Winner thinks "I'm good, but not as good as I should or could be"
The Loser thinks " I'm not as bad as some of the others"

The Winner makes commitment
The Loser make promises
The Winner focuses the gain
The Loser focuses the pain

The Winner is like a thermostat
The Loser is like a thermometer
The Winner makes it happen
The Loser let iT happen

QuiteRs NevEr Win, WiNneRs nEvEr Quit!!

A Word From Milionaire

Robert T. Kiyosaki
Penulis, Motivator
"Sebagian besar orang mengalami kesulitan dengan uang karena disekolah mereka hanya belajar cara bekerja untuk uang, jarang sekali belajar bagaimana uang bekerja untuk mereka".

Donald Trump
Milyarder Property
"Jangan bergantung kepada orang lain selain diri anda sendiri untuk memberikan jaminan financial".


Madam C.J. Walker
Pendiri Madam C.J. Walker
"Jangan cuma termenung dan menunggu kesempatan datang, bangkitlah dan ciptakan sendiri kesempatan itu ".


Frederick Smith
Pendiri Federal Express
"Rasa takut akan kegagalan janganlah dijadikan alasan untuk tidak mencoba sesuatu ".


Soichiro Honda
Pendiri Honda Motor Corp.
"Ijazah tidak menjamin apa - apa ".


Conrad Hilton
Pendiri Hilton Hotel
"Sukses selalu berawal dari berbuat dan bertindak ".


Thomas J. Watson
Pendiri IBM
"Jangan takut berbuat kesalahan, buatlah terus karena nanti pada ujungnya kita akan melihat sukses ".


Bernard Tapie
Industrialis
"Apa yang engkau sangka khayalan, sesungguhnya kenyataan bagi mereka yang mau berjuang ".


Paul J. Meyer
Eksekutif Asuransi
"Kesempatan tidak pernah datang bagi mereka yang mau menunggu, tapi kesempatan diraih oleh mereka yang agresif ".


Ernest Hemingway
Penulis Terkenal
"Ketidak percayaan pada diri sendiri adalah sebab utama yang menyebabkan segala kegagalan - kegagalan kita ".


J.C. Penney
Pendiri J.C. Penney Corp.
"Sukses sama sekali tidak tergantung otak yang jenius ".


Dale Carnegie
Penulis, Motivator
"Orang yang dari awalnya tidak kemana - mana, biasanya tidak akan sampai kemanapun ".


Brian Tracy
Miliarder, Penulis terkenal
"Rahasia sukses dari para miliarder adalah : Miliki Impian yang Besar ".


Robert Half
CEO Robert Half Inc.
"Kemampuan tidak ada artinya bila tidak digunakan ".

Search

Powered By Blogger