Thursday, April 17, 2008

Mengapa Manusia Enggan Berubah

Empat Belas Alasan Mengapa manusia enggan berubah yang berhasil diidentifikasi oleh John C. Maxwell

Change is not made without inconvenience, even from worse to better
Richard Hooker

1. Perubahan itu bukan datang dari orang tersebut
Kebanyakan sikap kita terhadap perubahan lebih ditentukan oleh "Apakah saya yang mempeloporinya" atau "Orang lain yang mempeloporinya".
John C. Maxwell

2. Gangguan Terhadap Rutinitas
Pertama-tama kita membentuk habit. Tapi kemudian habit akan membentuk kita
John C. Maxwell
Untuk berubah kita harus punya kemampuan belajar dua hal sekaligus, satu, belajar membuang kebiasaan kebiasaan lama (To Unlearn) dan dua, mengadopsi atau belajar (to learn) tentang hal-hal yang baru.

3. Perubahan Menimbulkan Ketakutan-ketakutan terhadap Sesuatu yang Baru
Kebanyakan kita lebih familier dengan masalah-masalah lama ketimbang solusi-solusi baru. Ketika segala sesuatu berubah, memasuki dunia baru dapat diibaratkan bagai masuk hutan yang gelap tanpa petunjuk jalan, peta dan kompas. Bahkan disana tak ada penghuni sama sekali. Untuk menghadapi perubahan, adakalanya Anda wajib meruntuhkan seluruh bangunan lama yang sudah ada disana. Bukan sekedar menempelkan bangunan-bangunan baru di sekitar gedung lama.

4. Tujuan Perubahan Tidak Jelas
Ketika suatu keputusan dibuat, semakin jauh seorang karyawan mendengarnya dari pengambil keputusan maka semakin besar pula keenganan untuk menerimanya.
John C. Maxwell

Perubahan selalu melibatkan visi, yang artinya "ada sesuatu yang dapat dilihat seseorang", sementara yang lainnya belum tentu mampu melihatnya. Tugas Anda adalah membuat agar apa yang Anda lihat itu dapat juga dilihat dengan jelas oleh orang-orang Anda.

"Ngapain sih yang sudah bagus-bagus dan enak kok diubah lagi?" Orang-orang yang bergumam demikian biasanya belum bisa melihat apa yang Anda lihat. Mungkin mereka melihatnya, tetapi masih samar-samar, dan cara melihat atau perspektifnya tidak sama.

Untuk membuat mereka jelas maka idealnya semua orang harus menerima informasi dari tangan pertama. Dengan begitu, mereka lebih familiar dan lebih nyaman. Selalu saja terdapat perbedaan "rasa" melihat dari tangan pertama dengan melihat dari tangan kedua atau ketiga. Maka usahakanlah memberikan "First Hand Information" kepada mereka yang Anda anggap penting dalam perubahan ini.

5. Perubahan Menimbulkan Rasa Takut Kegagalan
Banyak orang yang memilih untuk sekedar bermain agar "jangan sampai kehilangan" (Play to not-lose) daripada "bermain untuk menang" (Play to win). Kedua sikap ini tentu berbeda. Orang-orang yang masuk dalam kategori pertama cenderung menghindari resiko. Mereka ibaratnya menjaga anaknya dengan dengan penuh hati-hati saat sedang belajar naik sepeda. Mereka tak membolehkan anaknya jatuh dari sepeda meski jatuh itu akan membuatnya lebih berhati-hati. Kalau sekolah, prinsipnya adalah "yang penting lulus saja" atau "yang penting tidak drop out". Orang-orang ini berbeda dengan kelompok kedua yang cenderung lebih berani dalam menghadapi kegagalan. Bagi mereka "kegagalan adalah Ibu Penemuan". Dengan kegagalan mereka menjadi lebih berani menghadapi hidup.

6. Pengorbanan yang Diberikan Terlalu Besar
"Pengorbanan" sering kali bukan merupakan cerminan dari sesuatu yang terjadi sesungguhnya, melainkan cerminan dari apa yang dipikirkan seseorang. Dengan kata lain, persepsi terhadap perubahanlah yang membentuk pandangan-pandangan seseorang. Manusia pada dasarnya engan menerima suatu perubahan manakala ia mempunyai persepsi bahwa ia mempunyai persepsi bahwa pengorbanan yang harus diberikan lebih besar daripada manfaat yang akan diterimanya.

Manusia selalu menimbang-nimbang hubungan antara manfaat/mudarat, keuntungan/kerugian personal yang akan dialami, dan tentu saja manfaat/kerugian organisasi/bangsanya. Untuk mendorong perubahan dibutuhkan keyakinan bahwa manfaat yang akan diterima lebih besar daripada pengorbanan-pengorbanan yang harus diberikan.

7. Sudah Puas dengan Kondisi Sekarang
Suatu ketika manusia akan mengalami atau memasuki zona kenyamanan (Comfort Zone) dan memeluk erat-erat selimut kenyamanan (security blanket)-nya. Hampir setiap kanak-kanak punya selimut tersebut.

Tak ada cara lain untuk mengubah manusia kecuali membuatnya sadar dengan ia sendiri yang mengubahnya.

Dalam pekerjaan, bisnis, atau pemerintahan, sebetulnya sikap manusia sama saja. Kebanyakan kita lebih memilih untuk mati daripada berubah. Kita biarkan semua berjalan seperti sebelumnya, walaupun kita sudah menuju pada jurang kehancuran. Orang-orang dewasa suatu ketika juga akan memasuki zona kenyamanan itu dan memeluk erat-erat selimut rasa amannya. Mereka bahkan enggan melepaskannya. Selama manusia sudah merasa puas dan nyaman, perubahan akan sulit diwujudkan.

8. Pikiran-pikiran Negatif
Mereka yang berpikiran negatif akan menghadapi kekecewaan di masa depannya..
John C. Maxwell

Perubahan tentu saja akan sulit dilakukan selama orang-orang punya pikiran negatif. Orang-orang yang berpikiran negatif akan selalu mencari argumentasi bahwa perubahan yang dilakukan salah dan menyimpang. Orang-orang yang berpikiran negatif akan selalu menciptakan halangan-halangan dan tentu saja dapat Anda temui di manapun Anda berada. Tapi hukum alam mengatakan, mereka yang tidak mau berubah akan menemui kesulitannya sendiri.

9. Para Pengikut Tak Punya Respek Pada Pemimpinnya
Pemimpin bisa gagal melakukan perubahan kalau pengikut-pengikutnya kurang respek. Tanpa Integritas, seorang pemimpin tak akan dituruti, kata-katanya tak akan bertuah.

10. Kecemasan Seorang Atasan
Kecemasan bukan hanya ada di bawah, melainkan juga di atas. Banyak kegagalan organisasi yang juga disebabkan oleh persoalan di lini atas, yaitu atasan-atasan yang tidak kompak, saling menyalahkan dan cemas terhadap perubahan yang telah mereka canangkan sendiri. Mereka ingin berubah , tetapi tidak mau menerima akibat-akibat negatifnya, seperti kritik pedas, demo karyawan, surat kaleng, salah arah, kehilangan tunjangan-tunjangan, takut kehilangan jabatan. Mereka kadang menganggap kritik sebagai serangan terhadap hidup pribadinya, bukan sebagai cambuk untuk perbaikan.

11. Perubahan Bisa Berarti Kehilangan Sesuatu
Dalam setiap perubahan, orang selalu menimbang-nimbang apa yang bakal terjadi pada hidup pribadinya. Setidaknya ada tiga kelompok yang berbeda dalam menerima akibatnya.
(1). Mereka yang dirugikan,
(2). Mereka yang tidak banyak terpengaruh, dan
(3). Mereka yang bakal diuntungkan.

Mereka yang merasa akan menjadi korban atau harus lebih banyak berkorban jelas akan sangat merasa diperlakukan tidak adil, dan tentu saja menghambat/enggan terhadap perubahan. Maka, sekecil apapun, cobalah menghindari perlakuan-perlakuan kurang adil dalam perubahan. Setiap pihak harus diupayakan menerima efek perubahan dengan porsi yang sama.

12. Perubahan Menuntut Tambahan Komitmen
Setiap melakukan perubahan, manusia selalu akan memikirkan tambahan beban kerja dan waktu seperti apa yang harus diberikan untuk melengkapi perubahan tersebut? Dalam banyak hal, perubahan menuntut komitmen waktu. Mustahil Anda mengubah sesuatu tetapi tidak berani mengawalnya. Anda harus berada dalam denyut nadi perubahan itu bersama-sama.

13. Berpikir Sempit
Orang-orang berpikiran sempit tak bisa melihat kebenaran. Mereka hanya mempercayai jalan pikirannya sendiri, yaitu jalan pikiran yang sudah membentuknya selama bertahun-tahun. Sebagian besar dari mereka jarang bergaul ke luar atau kalau bergaul ke luar, mereka selalu terasing, mengisolasi diri dari faktor-faktor luar, membentengi diri dengan believe-nya sendiri. Secara akademik mereka bisa saja pintar. Bisa saja mereka sekolah di luar negeri. Tetapi selama di luar negeri bisa jadi mereka hanya bergaul di kalangan terbatas, yaitu kalangan yang "sama" seperti mereka sehingga sulit menerima yang berbeda.

Orang-orang yang berpikiran sempit akan selalu menciptakan halangan-halangan untuk perubahan dengan alasan untuk kebaikan menurut versi mereka sendiri. Tapi terhadap mereka, Anda tidak boleh menghindar, melainkan harus menghadapi secara ksatria. Ubah sebisanya, walaupun sangat sulit. Dengan menghadapi orang-orang ini setidaknya anda telah menunjukkan keberanian Anda terhadap mereka yang pasif. Anda mungkin harus menjauhi orang-orang ini dan tidak perlu menganggap kehadirannya dengan serius, tetapi ia bisa saja menularkan pikiran-pikiran sempitnya pada orang-orang berpengaruh.

Ada dua tipe orang berwawasan sempit. Mereka berwawasan sempit namun jujur dan tidak jahat, dan mereka yang sempit namun tidak, berprasangka buruk, berpikiran negatif dan tidak menyenangkan.

Terhadap pihak pertama, Anda tidak perlu mencemaskannya, cukup diajak saling menghormati pikiran masing-masing. Tugas anda adalah melepaskan tali temali yang membelenggu tangan, kaki dan pikiran-pikiran mereka.

Terhadap yang kedua, Anda perlu mewaspadainya dan membentengi orang-orang baik dari serangan peluru gelapnya. Ia bisa saja mengatakan telah mendengar banyak hal negatif tentang anda (dan perubahan yang Anda lakukan) dan merasa "kupingnya panas", padahal kuping itu panas karena mulutnya sendiri. Ia bisa mengganggu perubahan atas nama "kebenaran". tetapi ia tidak akan memperoleh dukungan karena ketidakjujurannya.

14. Terperangkap tradisi
Kita Semuanya terpenjara, namun beberapa diantara kita berada dalam sel berjendela. Dan beberapa lainnya dalam sel tanpa jendela
Kahlil Gibran
Manusia yang terikat oleh tradisi bisa sampai sulit untuk berubah.


diambil dari buku "Change" Oleh Rheinald Kasali, Ph.D,
Isinya sangat bagus dan bisa meng-inspirasi kita, bagus dibaca untuk semua kalangan

Pandangan AA Gym mengenai MLM

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri.”

MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal dalam merubah nasib.

Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan antara manusia dan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yangt ak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nya.

Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalankan shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat 62: Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kami di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung. Carilah karunia Allah pada ayat tersebut – banyak menyebut kewajiban manusia untuk bekerja dan berusaha – bukan semata-mata uang. Kata K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.

Pertama, keuntungan amal shaleh.

Kedua, keuntungan membangun nama baik.

Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan.

Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau relasi yang baik.

Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM. Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini.

Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu, pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.

Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi”. Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur. Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun.

Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang daoat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang –samapai ke negeri Sjam – membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku “orang tua” kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam Islam, dikenal Taushyiah (saling berbuat kebaikan) Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aaa Gym – demikian sebutan akrab K.H Abdullah Gymnastiar – diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan.

Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. “Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah,” demikian cuplikan dari surat kabar.

Sumber: http://totalwellness.blogsome.com/2006/08/06/aa-gym-tentang-mlm/

Kisah Sukses Leader Tianshi

Ir.H. TRISULO, MM, MBA

Pria dengan berpenampilan tenang ini menyelesaikan kuliah S1-nya di teknik sipil Universitas Parahyangan, Bandung. Setelah menyelesaikan S1 kemudian memilih meneruskan S2 dari pada melamar pekerjaan. Sejak masih kuliah, tepatnya tahun 1993 mulai belajar tentang Network Marketing dan memutuskan untuk berkarir di jalur network marketing, karena baginya network marketing telah mengajarkan kesadaran untuk menentukan jalan hidupnya sendiri dan memberi cara untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Multilevel memungkinkan untuk hidup secara ideal, yaitu memiliki kebebasan dalam mengatur waktu dan kebebasan dari persoalan keuangan. Suami dari mojang Bandung bernama Fitri Firawati ini memang merasa bahwa dirinya adalah tipe orang yang lebih memilih menjadi orang bebas daripada bekerja pada orang lain, hingga akhirnya bergabung dalam bisnis Tianshi.

Dalam waktu 1 tahun membangun bisnis Tianshi ini, Trisulo mendapatkan bonus BMW yang diterimanya di Jakarta tahun 2002. Trisulo juga sudah membiayai dirinya untuk menunaikan ibadah haji. Keberhasilan ini mau tak mau membuat seluruh familynya yang semula mencemooh, menjadi tercengang kagum. Mereka akhirnya ikut bergabung di Tianshi. Keberhasilan Trisulo membuktikan kepada keluarganya bahwa pilihannya tidak salah. Bahwa jalan yang ditempuhnya juga bisa menjanjikan masa depan yang berkualitas.

Saat ini Beliau berperingkat Bintang 4 Diamond Gold Lion yang merupakan peringkat tertinggi se-Asia Pasifik. Beliau telah meraih semua reward yang di janjikan oleh Tianshi.

Lalu, apakah impian Trisulo sudah selesai ? Tidak, ia masih memiliki banyak impian lagi. Diantaranya ia ingin agar ada seribu orang di dalam organisasinya yang berperingkat Director. Apakah Anda ingin menjadi salah satunya???

(dikutip dari tabloid Global Net Edisi 03, Tahun I, Maret 2003)

Pada tahun 1993, Trisulo pernah bergabung dengan MLM asal Amerika dan kesannya adalah MLM merupakan bisnis yang luar biasa karena menyajikan beribu tantangan.

Masuk sebagai anggota Tianshi melalui Rudy M. Noer yaitu teman dalam bisnis MLM sebelumnya. Pada awal perjalanannya di Tianshi, Trisulo merasakan tidak semulus yang dibayangkan. Ketika mengajak teman-temannya mereka tidak percaya dan menolak untuk bergabung bisnis Tianshi. Juga dari lingkungan keluarganya, mereka tidak mau percaya pada bisnis Tianshi.

Kemudian Trisulo mengalihkan prospeknya pada orang-orang yang baru dikenalnya, yang kemudian memprospek Louis Tendean. Satu demi satu orang yang baru dikenal diajak bergabung Tianshi, dan peringkatnya pun melaju naik dengan penghasilan yang terus bertambah tiap bulannya. Naik haji tahun 2002 ketika peringkatnya Bintang 7 dan setelah pulang dari naik haji peringkatnya menjadi Bintang 8. Mendapat mobil BMW pada 20 Mei 2002 di Jakarta.

Trisulo terbiasa berpikir bukan hanya untuk dirinya melainkan juga untuk jaringan dan timnya. Dengan titik tolak konsep dasar pemikiran itulah maka lahirlah Lion Network International (LNI) untuk men-support system pengembangan Tianshi dengan menyediakan CD, buku pegangan serta brosur dsbnya, juga bagaimana mengembangkan jaringan dengan 7 langkah sukses-nya.

Trisulo berpendapat bahwa Tianshi mempunyai prospek jangka panjang yang bagus karena bermodalkan 4 pilar bisnis, untuk mengantisipasi datangnya era globalisasi, yaitu:

1. Perusahaan atau company profile, merupakan perusahaan besar yang bonafide dan telah dipasarkan di lebih dari 100 negara.

2. Keunggulan produk yang berkualitas dengan image pengobatan Cina yang merupakan resep ribuan tahun dan diakui di seluruh dunia.

3. Marketing Plan yang adil dan menjanjikan.

4. Supporting system yaitu jalan menuju sukses.


Tip sukses menurut Ir. H. Trisulo MM.
MBA :

1. Mempunyai impian yang sangat kuat untuk sukses.

2. Yakin untuk bisa mewujudkan impian.

3. Komitmen, yakni berani membayar harga untuk sukses yang berupa investasi waktu, tenaga dan biaya. Tidak ada alasan.

4. Konsisten (berkelanjutan) dan harus sabar.

LOUIS TENDEAN

(dikutip dari majalah Mitra Sukses Edisi 05, 2003)

Louis memulai bisnis MLM sejak 1993, jauh sebelum Tianshi masuk Indonesia. Saat itu Louis adalah orang yang paling berpengalaman keluar masuk MLM dan mempelajari Marketing Plan dari banyak MLM yang beredar di Indonesia.

Pada akhir tahun 2000 (?) masuk sebagai anggota Tianshi, dan mulai awal tahun 2001 Louis telah berkomitmen penuh untuk mengembangkan jaringan di Tianshi. Mendapat mobil BMW pada 20 Mei 2002 di Jakarta ). Pada Oktober 2003 Louis Tendean adalah orang terkaya dalam bisnis MLM dengan penghasilan per bulan sekitar Rp 500 juta yang didapat dari Tianshi (termasuk bonus Sharing Internasional) pada peringkat Diamond Gold Lion Dua Bintang.

"Hampir semua jenis MLM pernah saya jalani. Namun selalu terbentur dengan masalah-masalah perusahaan itu sendiri."

"Bagi saya bisnis MLM menjadi bisnis yang menyebalkan. Mengapa ? Karena saya tidak pernah bisa mencapai sukses dalam bisnis ini."

Kemudian Louis masuk bisnis konvensional, yang bisa memberikan penghasilan minimal 10 juta per bulan.

"Ini nyata saya rasakan bila dibandingkan dengan hasil yang saya peroleh dari bisnis MLM saya pada waktu itu. Sebab sebelumnya, saya belum pernah mendapat penghasilan sebesar itu dari bisnis MLM".

"Sedangkan cita-cita saya ingin menjadi orang kaya dan banyak waktu. Saya tidak suka mencari uang dengan bekerja terus menerus. Berbeda dengan MLM, kita bekerja hanya awalnya saja, setelah jaringan terbentuk, kita dapat menikmatinya terus menerus seumur hidup bahkan dapat diwariskan.'

Ketika Louis diajak masuk Tianshi oleh Trisulo:

"Waktu itu saya katakan kepada pak Trisulo bahwa waktu saya hanya 5 menit, artinya saya menolak. Tetapi pak Trisulo membuktikan bahwa ada seorang mahasiswi yang dalam waktu setahun menjalankan bisnis Tianshi berpenghasilan satu milyar perbulan plus mobil mewah, saya mulai tertarik."

"Baru setelah beberapa kali bertemu, saya putuskan untuk bergabung dengan Tianshi. Karena apa, saya lihat di Tianshi ini bisnisnya begitu mudah dan terlalu sempurna menurut saya. Ibaratnya saya belum keringatan pun saya sudah dapat BMW. Segala sesuatu yang negatif di MLM pada masa lalu, tidak saya temui di Tianshi. Maka sejak awal tahun 2001 saya mulai menjalankan bisnis Tianshi dengan komitmen penuh."

Tip sukses menurut Louis Tendean :

1. Impian yang kuat. Tanpa impian yang kuat, akan sulit bagi kita untuk berani menghadapi kegagalan.

2. Keyakinan yang kuat. Kalau kita sudah punya mimpi tetapi tidak yakin dengan apa yang kita pilih, kita tidak akan sukses.

3. Kita harus menanamkan bahwa kita adalah orang yang sukses dalam alam bawah sadar kita.

4. Tindakan. Bertindaklah mengikuti sistem maka sistem akan bekerja untuk anda.

5. Doa. Doa adalah kekuatan yang sangat luar biasa. Ingat, Tuhan tidak tidur !

RUDY M NOER

Anak pertama dari 5 bersaudara ini mempunyai tanggung jawab yang besar sebagai anak sulung. Tinggal di kampung, masuk gang-gang kecil. Berasal dari keluarga sederhana, namun dengan didikan orangtua yang mengajarkan anak-anaknya dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasarnya, didukung dengan sejak kecil di komunitas betawi dengan religius yang kuat.

Tianshi dipakainya sebagai kendaraan untuk merealisir di area spiritual, finansial, Keluarga dan sosial. Terutama dia suka melihat orang-orang berubah kehidupannya, cara berpikir dan paradigmanya baik kesehatan dan kesejahteraannya.

Selain bonus ratusan juta rupiah tiap bulan serta BMW, yacht, pesawat dan villa yang sudah diterimanya, yang terpenting dia telah belajar memahami apa itu impian, karena dulu dia orang yang biasa-biasa saja. Sekarang dia tahu bahwa dalam diri setiap orang punya kemampuan dasyat yang bisa dikembangkan, bagaikan raksasa yang dibangunkan.

Agus Trilaksono

Modalnya saat pertama menjalankan bisnis Tianshi hanya brosur-brosur, buku dan informasi lainnya yang semuanya dalam bahasa cina. Tapi bukan Agus namanya jika ia menyerah hanya karena kendala kecil seperti itu. Jatuh bangunnya di berbagai usaha yang pernah dirintisnya sejak ia lulus kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Malang, juga telah semakin mematangkan dirinya sebagai lelaki yang tangguh. Ia bahkan pernah berjualan es cendol di pasar tanah abang ketika pertama kali hijrah ke Jakarta setelah usaha yang dirintisnya di Surabaya bangkrut.

Agus mulai menjalankan bisnis Tianshi setelah berhasil meyakinkan dirinya sendiri, tentu saja setelah yakin pun perjuangan masih berat. Tapi Agus pantang menyerah.

Kini, lelaki berwajah ramah ini tinggal menikmati buah perjuangannya. Ia sudah memiliki beberapa rumah di Jakarta dan Surabaya. Ia juga memiliki sebuah yacht (kapal pesiar) sebagai hadiah bagi prestasinya di Tianshi. Rencananya, ia ingin mendirikan sebuah sekolahan bermutu bagi anak-anak yang kurang mampu. Mungkin obsesinya ini adalah cerminan dari masa kanak-kanaknya sendiri yang merasakan sulitnya bersekolah sambil mencari uang untuk membiayainya.

ANJAR SETIONO

"Insinyur Geologi Terowongan yang Beralih Profesi"

Anjar memulai bisnis ini bermula dari penjelasan seseorang yang latar belakangnya adalah insinyur sipil yang sukses setelah bergabung di Tianshi. Yang membuat dia menjalankan bisnis ini karena menurut dia bisnis ini sama sekali tidak ada resikonya, yang ada hanya kebebasan dalam waktu, tidak terikat dan tidak dikejar-kejar oleh waktu dan secara finansial sangat memuaskan. Dia memperjuangkan bisnis ini demi masa depan orang-orang yang dicintainya dan yag terpenting adalah putra dan keluarganya yang setia dan selalu memberikan dukungan doa kepada dia.

Secara bertahap Anjar mulai merasakan hasil dari bisnis ini, kebebasan waktu dan uang. Dia juga mendapatkan hasil dari pendidikan kepribadian dan human relationship dari program yang dikembangkan di sekolah bisnis LNI.

GEMBONG PUDJIANTO

Gembong memulai bisnis ini dari kemunduran usahanya sebagai pengusaha properti. Berangkat dari tidak memiliki apa-apa, tapi dengan dendam yang positif untuk melunasi hutang-hutangnya dan ingin membahagiakan keluarganya. Karena komitmen, berpikir positif, percaya pada system dan bekerja keras, dalam 12 bulan ia mencapai Bintang 8 dan 1,5 tahun meraih BMW.

Dia menyadari bahwa keberhasilannya itu tidak luput dari bantuan Tianshi dan LNI serta sponsornya Didik dan para upline yang mengajarkan untuk selalu berpikir positif dan mempunyai visi jauh ke depan. Diiringi dengan doa dan cinta ia menanti downlinenya di puncak sukses.

Beliau telah menjadi "Guru" kami selama ini. Kami telah banyak belajar dari Beliau bukan hanya seputar bisnis Tianshi, tetapi juga hal-hal lain tentang kehidupan.

10 Kebenaran Tianshi

Berusaha keluar dari kemiskinan merupakan salah satu perhatian utama bisnis tianshi. Minimal ada sepuluh jenis kemiskinan yang sejak awal dan secara terus-menerus berusaha dientaskan. Cita-cita, harapan dan impian tianshi agar manusia mampu memenuhi seluruh hirarki kebutuhannya sebagaimana telah ditawarkan oleh Abraham Maslwo.

Memerangi sepuluh jenis kemiskinan merupakan identifikasi sepuluh kebenaran Tianshi. Tapi perjuangan ini mendapat tantangan dari orang-orang yang sepikiran dengan Roberth L Fitz Patrick yang membahas secara keliru tentang sepuluh kebohongan MLM (Silahkan baca buku: Tianshi Mendobrak Kebohongan MLM, halaman 33-58 oleh Yulius P Silalahi). Berikut ini adalah sepuluh kebenaran tianshi:

1) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan finansial”: kemiskinan uang. Tianshi serius dan tulus mengajak para distributor mencapai “kemerdekaan finansial”, karena bisnis ini memberikan penghasilan tidak terbatas. Tianshi tidak menghendaki mereka mengalami kerugian atau menjadi pecundang sebab kerugian mereka adalah juga kerugian Tianshi.

2) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan pendidikan”: miskin sekolah. Tianshi memberikan “kemerdekaan pendidikan”. Dalam bisnis ini tidak ada pembatasan tingkat pendidikan, pengalaman dan latar belakang seseorang.

3) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan karier”: miskin profesi. Tianshi adalah sebuah gelombang masa depan untuk meninggalkan kesuraman di masa lalu. Tianshi adalah sebuah pilihan atau alternatif yang menyediakan “kemerdekaan karier”, dalam bisnis ini ada jenjang karier. Setiap orang bebas memilih jenjang karier yang diinginkannya, bahkan tidak akan mengalami penurunan jenjang karier. Tidak ada istilah “tidak ada lowongan”, bahkan mengundang banyak orang untuk bergabung. Pasalnya prestasi seseorang tidak ditentukan oleh omzet pribadi yang tinggi melainkan omzet kelompok yang besar. Bisnis ini menampung banyak orang yang membutuhkan tempat beraktivitas dan berkarier.

4) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan rohani”: miskin rohani. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia bukan saja butuh sehat dan uang tetapi yang lebih penting adalah kebutuhan akan pemenuhan kemerdekaan rohaninya. Seperti dikatakan Abraham Maslow, manusia mempunyai kebutuhan fisiologis, the esteem needs, dan the actualization needs. Siapa pun menghendaki kebahagiaan dan harapannya terpenuhi, sehingga ia merdeka secara rohaniah. Hidup senang dan tenang.

5) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan mental”: miskin kepribadian. Di bisnis ini selalu ada pendidikan mentalitas. Misalnya bagaimana sikap mentalitas positif ditanamkan. Bagaimana memberikan motivasi dan presentasi dengan tulus, tidak peduli apa kata orang. Dengan demikian seseorang mempunyai mentalitas yang kokoh dan kuat. Tianshi membuat sebuah gerakan spiritual mengajak para distributor mencapai kesejahteraan dan hidup sehat. Apakah ada jajaran atau agama yang melarang umat manusia mencapai kesejahteraan dan hidup sehat?

6) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan emosional”. Tianshi mengajarkan orang untuk bisa mengontrol emosi, karena bisnis ini membutuhkan kesabaran, keuletan, dan ketabahan sehingga emosi terkontrol. Di bisnis ini orang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi: bercerita, menjelaskan dan memberikan presentase tentang bisnis. Sehingga orang yang tadinya pemalu dan tidak mempunyai kemampuan berbicara di depan umum, akan semakin mahir berbicara. Berbicara adalah pekerjaan sehari-hari para distributor.

7) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan kesehatan”: miskin sehat. Tianshi mendorong para distributor mencapai “kemerdekaan kesehatan”, karena bisnis ini mengajak orang hidup sehat.

8) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan sosial”: miskin relasi, miskin teman, miskin jujur, dan miskin silaturahmi. Tianshi menjadi jembatan untuk mencapai “kemerdekaan sosial”, karena bisnis ini senantiasa menambahkan persaudaraan dan memiliki banyak teman dan prinsip tolong-menolong dalam kehidupan gotong-royong dengan mengedepankan kejujuran.

9) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan waktu”, terikat atau dibatasi oleh waktu. Tianshi memberikan “kemerdekaan waktu”, karena bisnis ini memberikan kebebasan menggunakan waktu sesuka hati.

10) Di masyarakat ada orang yang mengalami “kemiskinan masa depan”. Tianshi memberikan kesempatan pensiun muda, kaya dan sehat. Kesempatan pensiun muda dan kaya dimungkinkan melalui marketing plan dan support system perusahaan. Sehat dimungkinkan melalui produk-produk berkualitas. Kualitas produk tianshi dijamin.

Search

Powered By Blogger