Thursday, April 24, 2008

Serat, Gizi yang Terlupakan

DEWASA ini pola makan modern sering dihubungkan dengan tingginya kolesterol yang berasal dari pangan hewani. Kolesterol adalah pemicu munculnya penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Salah satu upaya untuk menekan tingginya kolesterol darah adalah dengan meningkatkan konsumsi serat larut-yang tidak dapat dicerna, namun larut dalam air panas.

Di dalam saluran pencernaan serat larut ini akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat larut akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.

Konsumsi serat makanan, khususnya serat tak larut (tak dapat dicerna dan tidak larut dalam air panas) menghasilkan kotoran yang lembek. Dalam hal ini diperlukan kontraksi otot yang rendah untuk mengeluarkan feses dengan lancar. Kekurangan serat akan menyebabkan tinja menjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya, hal ini sering kali menyebabkan konstipasi atau keadaan sulit buang air besar. Bila hal itu berlangsung terus-menerus maka otot menjadi lelah dan lemah sehingga muncul penyakit diverticulosis. Penyakit ini dicirikan oleh penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul dan disertai peradangan atau infeksi.

Di samping sisi baiknya, serat juga mempunyai beberapa hal yang bersifat negatip. Serat menjadi penyebab ketidaktersediaan beberapa zat gizi. Sebagai contoh vitamin D mungkin terganggu penyerapannya karena kehadiran serat. Dalam hal ini serat berpengaruh terhadap pengikatan asam empedu, yang berperan besar dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Kalau lemak terhambat penyerapannya maka vitamin larut lemak (vitamin D) juga akan terhambat penyerapannya.

Enzim protease yang berperan dalam pencernaan protein bisa terganggu karena kehadiran serat. Penurunan aktivitas enzim tersebut diduga disebabkan oleh pengikatan atau interaksi dengan serat makanan. Pada intinya gizi yang kita konsumsi mempunyai nilai plus-minus. Di satu sisi ada peran positif dan di sisi lain ada fungsi negatif yang tak terelakkan. Konsumsi gizi seimbang niscaya akan mendatangkan manfaat positip lebih banyak bagi tubuh kita.

Sayuran dan buah-buahan adalah sumber serat makanan yang paling mudah dijumpai dalam menu masyarakat. Sayuran bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah atau telah diproses melalui perebusan. Hasil penelitian seorang mahasiswa IPB (Titi Rahayu, 1990) menunjukkan bahwa serat makanan dalam sayuran yang dimasak justru meningkat dibandingkan sayuran mentah.

Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa sayuran yang direbus dengan air menghasilkan kadar serat makanan paling tinggi (6,40%), disusul sayuran kukus (6,24%), sayuran masak santan (5,98%), dan sayuran mentah (5,97%). Proses pemasakan akan menghilangkan beberapa zat gizi sehingga berat sayuran menjadi lebih kecil berdasarkan berat keringnya. Proses pemasakan juga menyebabkan terjadinya reaksi pencoklatan yang dalam analisis gizi terhitung sebagai serat makanan. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan sayuran yang telah dimasak mempunyai kandungan serat makanan lebih tinggi.

Di negara maju seperti AS oat bran (mirip dedak bekatul) telah cukup dikenal sebagai makanan penurun kolesterol. Di dalam buku The 8-Week Cholesterol Cure karangan Robert E. Kowalski diuraikan tentang berbagai penelitian terkait dengan pemanfaatan oat bran. Salah satu studi mengindikasikan bahwa konsumsi oat bran 50 gram sehari akan menurunkan kolesterol total sebesar 19% dan kolesterol LDL 23%. Rahasia oat bran sebagai penurun kolesterol terletak pada kandungan serat larutnya yang sangat tinggi yaitu mencapai 14,0%. Tabel 1 menunjukkan kandungan serat tak larut dan serat larut beberapa jenis pangan.

Dedak padi adalah limbah dari penggilingan padi yang umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak. Di dalam dedak padi yang telah distabilisasi ditemukan sekitar 33,0 %-40,0 % serat makanan. Produk-produk beras dan turunannya diketahui mempunyai sifat tidak mendatangkan alergi, mudah dicerna, bebas gluten, dan kaya karbohidrat kompleks. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan dedak sebagai salah satu produk ikutan beras sangat berguna pangan alternatif manusia. Industri roti dan kue bisa memanfaatkan dedak sebagai substitusi tepung terigu sehingga bisa menghasilkan produk roti/kue yang sehat karena kaya serat.

Industri yang bergerak dalam bidang pangan kesehatan (health foods) saat ini banyak menawarkan berbagai jenis makanan/minuman yang kaya gizi tertentu, termasuk minuman kaya serat. Pola makan modern yang kurang seimbang akan semakin menyuburkan kehadiran health foods sebagai suplemen alternatif.

(Dr Ir Ali Khomsan, Dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB)

10 Kemampuan Untuk Sukses Menjalankan Bisnis Dengan Integritas

Strategi bukan hanya perkara menjadi yang baik pada apa yang Anda lakukan-Strategi adalah perkara menjadi berbeda dalam hal apa pun yang Anda lakukan.
~Michael Porter
Professor di Harvard Business School

Hampir sebagian besar orang lebih senang menjadi pewirausaha. Menjadi wirausahawan atau pebisnis dianggap cara yang paling tepat dan cepat untuk mencapai kebebasan waktu dan keuangan. Realitasnya memang sumber penghasilan orang-orang terkaya di dunia 74 persen berasal dari berbisnis.

Tetapi berdasarkan statistik, kurang dari 20 persen pebisnis berhasil melewati tahun ke-5. Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Bukan soal menang atau kalah, melainkan bagaimana Anda memainkan bisnisnya.” Artinya memang tak mudah menjalankan sebuah bisnis, karena tak hanya butuh modal keuangan maupun mental, melainkan kemampuan agar dapat menjalankan bisnis dengan baik hingga mencapai sukses dan berintegritas. Berikut ini beberapa kemampuan yang harus dimiliki untuk menjalankannya.

Kemampuan pertama yang harus dimiliki untuk menjalankan sebuah bisnis adalah bertanggung jawab untuk menyajikan produk atau jasa yang berkualitas dan memberi manfaat yang optimal terhadap konsumen. Hal itu akan melahirkan situasi di mana pebisnis dan konsumen sama-sama mendapatkan apa yang diinginkan dan saling diuntungkan. Sehingga untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan bisnis bertahan hingga berjangka panjang, maka seorang pebisnis juga harus bertanggung jawab untuk menyajikan produk dan pelayanan yang lebih baik pula.Seperti Michael Porter pernah berkata,”Strategi menuntut pilihan. Anda harus memutuskan nilai apa yang hendak Anda sajikan, dan kepada siapa nilai itu hendak Anda sajikan. Anda tidak dapat menyajikan segala nilai kepada semua orang.”

Kemampuan yang kedua adalah kemampuan membaca peluang maupun risiko yang terhitung maupun tidak. Kemampuan membaca peluang merupakan kelebihan alamiah yang dimiliki oleh seorang pebisnis sejati. Kemampuan tersebut tentu saja tidak dimiliki oleh seorang profesor sekalipun yang hanya menguasai ilmu ekonomi secara teori.

Kemampuan ketiga adalah kemampuan bersikap jujur dan menjadi diri sendiri, karena setiap pebisnis merupakan pesan dari bisnis yang ia jalankan. Kejujuran menjadikan konsumen maupun investor yang menjadi bagian penting dari bisnis merasa aman dan nyaman serta menikmati aktivitas bisnis dengan pebisnis tersebut. Hal itu akan menumbuhkan kesetiaan, kepercayaan, dan hubungan yang erat dengan mereka. Dengan kata lain, reputasi kejujuran yang dimiliki oleh seorang pebisnis dalam menyajikan produk maupun jasa merupakan faktor penentu apakah nantinya ia akan berhasil mengembangkan bisnisnya atau tidak.

Selanjutnya, seorang pebisnis yang berhasil pasti mempunyai keberanian mengambil keputusan atau tindakan-tindakan bisnis walaupun hanya mendapatkan beberapa informasi dan bukan gambaran secara terperinci. Memang setiap keputusan atau tindakan-tindakan bisnis selalu mengandung resiko, misalnya inovasi produk atau jasa yang diluncurkan diterima atau ditolak oleh pasar. Jika bisnis cukup menguntungkan, tentu mengandung resiko yang lebih besar pula. No pain, no gain. Sebuah bisnis hanya akan berjalan di tempat atau bahkan hancur tanpa keberanian mengambil keputusan.

-Andrew Ho-

www.pembelajar.com

Mengejar Impian

“When the legends die, the dreams end; there is no more greatness. – Ketika legenda sudah mati, tentu impian-impian itu juga sudah berakhir; tak akan ada lagi kejayaan.”
~ Tecumseh of the Shawnees

Setiap orang mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi miliarder papan atas di dunia, mempunyai bisnis yang besar, mempunyai yayasan sosial yang besar dan canggih, berpengaruh dan terkenal di seluruh jagat, menjadi profesor ternama, menemukan mesin spektakuler, menjadi pelawak terkenal di seluruh dunia, mendapatkan pasangan hidup yang kaya dan terkenal dan lain sebagainya.

Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila dilihat dalam kondisi Anda sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan Anda sendiri.

Ada yang lebih cepat mewujudkan impian, ada pula yang lambat, bahkan ada yang tidak berhasil karena tidak melakukan langkah apa pun untuk mewujudkan impian tersebut. Ibarat Anda mengendarai mobil menuju sebuah tujuan yaitu impian tadi, terkadang lebih cepat sampai atau lebih lambat karena kondisi jalan berkelok, bergelombang atau banyak batu sandungan. Tak jarang diantara kita tak pernah sampai ke tempat tujuan karena hanya menggerutu dan mengutuk kondisi medan jalan yang sulit ditempuh atau terlalu lama tidur di tepi jalan.

Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah dilalui. Ada saja tantangan meskipun Anda sudah melakukan yang terbaik, sehingga membutuhkan usaha yang berulang-ulang, perhatian dan perjuangan ekstra. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri Anda menjadi lebih baik dalam berbagai hal.

Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan Anda. Maka pintu kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.

Jonathan, teman saya semasa SMA begitu mencintai dunia bisnis dan bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di dunia tersebut. Beberapa tahun kemudian usahanya berkembang pesat dan menggurita. Hidupnya bergelimang kesuksesan.

Namun di usia 40 tahun ia tersadar akan impiannya mengabdi di dunia pendidikan. Sehingga ia memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan. Kemudian ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Saat ini ia sudah menjadi seorang profesor di sebuah universitas ternama di Malaysia. “Setelah mengelilingi seputaran, baru aku temui diriku yang sebenarnya. Kini aku memulai kehidupanku yang baru,” katanya.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah berhasil meraih impian. Jika mereka berhasil, lalu mengapa sebagian besar diantara kita belum mencapainya? Seperti yang sudah saya singgung tadi, jawabannya adalah karena kita belum melaksanakan tindakan untuk menjemput impian tersebut.

-Andrew Ho-

www.pembelajar.com

Finansial & Time Quadrant


Gambar di atas merupakan sebuah quadran mengenai sebuah kondisi finansial dan waktu yang dimiliki oleh kita semua. Sebuah quadran yang mungkin bisa mengingatkan kita untuk berusaha lebih keras agar masuk ke dalam quadran mana yang kita inginkan dalam hidup ini. Namun Penjelasan ini sama sekali tidak ada niat dari saya untuk melecehkan atau merendahkan sebuah golongan tertentu. Akan tetapi lebih memacu Anda, lebih memberikan semangat kepada Anda bahwa ada golongan yang lebih baik lagi di atas kita, yang bisa kita raih jika kita berusaha dengan keras, karena saya yakin semua manusia diciptakan sama oleh Tuhan, yang membedakannya hanyalah ketaqwaannya dan kerja kerasnya di dunia ini. Adapun penjelasan masing-masing quadran dalam gambar di atas adalah sebagai berikut :

Quadran I
Quadran ini merupakan quadran yang dipenuhi oleh orang-orang dengan kondisi keuangan yang kritis atau kecil dan tidak mempunyai banyak waktu dalam hidupnya. Jika Anda termasuk ke dalam golongan ini, maka bersiap-siaplah Anda kami sebut dengan SMS (Sudah Miskin Sibuk). Orang-orang dalam golongan ini terlalu banyak bekerja keras tanpa memikirkan seberapa besar hasilnya yang bisa dipetik dari pekerjaannya, apakah memuaskan atau biasa saja. Mereka lebih mementingkan "ah yang penting dapat kerja, hasil belakangan". Mungkin keinginannya kuat dalam mencari penghasilan, akan tetapi tanpa dilandasi berpikir pintar untuk meraih hasil yang lebih besar. Mudah-mudahan semua yang membaca artikel ini tidak ada yang masuk ke dalam golongan ini. amin.

Quadran II
Golongan yang masuk ke dalam quadran ini adalah orang-orang pengangguran (jobless). Mereka mempunyai kondisi keuangan yang kecil, tetapi mempunyai banyak waktu. Golongan ini sama sekali tidak tahu apa yang akan dan seharusnya dikerjakan untuk mendapatkan penghasilan. Mereka hanya menunggu, menunggu dan menunggu sebuah panggilan pekerjaan datang atau mempunyai sebuah penyakit yang paling berbahaya, yaitu "malas' bekerja tanpa melakukan sesuatu hal yang memberikan minimal penghasilan untuknya. Indonesia mempunyai banyak golongan-golongan seperti ini, dan sebagian besar adalah para lulusan perguruan tinggi. Inilah saatnya kita membuka pikiran kita bahwa masih banyak hal yang seharusnya dilakukan tanpa menunggu dan menunggu datangnya panggilan pekerjaan. Ada banyak bisnis halal yang bisa dilakukan dalam mencari rezeki Anda. Carilah peluangnya dan lakukan.

Quadran III
Quadran III ini biasanya dipenuhi oleh bos-bos atau manager yang tidak mempunyai rasa trust kepada bawahannya, mereka cenderung lebih suka mengerjakannya semuanya sendiri. Sebagai contoh wawancara OB saja (maaf) dilakukan oleh seorang direktur. Hal inilah yang menjadikan mereka masuk ke dalam quadran ini. Mereka mempunyai banyak uang tetapi hanya memiliki sedikit waktu dalam kehidupan sehari-harinya. Belum bebas kehidupannya, karena selalu dipenuhi rasa was was akan pekerjaan yang dilakukan bawahannya tidak sesuai dengan yang diinginkannya terus.

Quadran IV
Saya yakin Anda pun mempunyai keinginan yang sama dengan saya, yaitu berada dalam quadran ini. Dalam quadran ini, orang-orangnya mempunyai predikat kebebasan waktu dan finansial. Jika kita diberikan banyak uang tentu kita akan memanfaatkannya dengan semau kita tanpa memikirkan waktu kerja kita. Begitu pun dengan golongan ini. Mereka mempunyai banyak uang tanpa harus memikirkan kerja hari ini atau besok seperti apa. Orang lain sibuk kerja dan masuk pukul 08.00, kita mau masuk pukul 12.00 pun bebas karena kita mempunyai rasa trust pada bawahan kita bahwa mereka akan melakukan pekerjaannya sebaik mungkin. Orang lain sibuk bekerja, bos baru datang pukul 15.00 dan tiba-tiba menyuruh meeting. Itulah hidup orang-orang di golongan ini. Anda bekerja semau Anda, Anda menjadi bos untuk diri Anda sendiri. Akan tetapi tidak sedikit golongan ini mempunyai sifat otoriter, sombong, dan tidak memikirkan orang-orang lain yang mempunyai kedudukan lebih rendah di bawahnya. Seperti apakah Anda jika Anda berada di quadran ini, itu terserah Anda. Apakah Anda mau menjadi seperti padi yang semakin berisi semakin merunduk atau sebaliknya.

Pertanyaannya setelah Anda mengetahui quadran yang terakhir tersebut adalah "How", ya, bagaimana cara mencapainya, bagaimana Anda masuk ke dalam golongan bebas finansial dan bebas waktu ini. Sekali lagi banyak hal yang halal dan mempunyai peluang besar di luar sana yang bisa dijadikan sebagai pegangan hidup Anda. Tidak ada yang sempurna dari kehidupan manusia di dunia ini, akan tetapi usaha yang sempurnalah yang menjadikan kita lebih baik dari hari kemarin. Quadran-quadran tersebut hanyalah sebuah penggambaran saja, Anda ingin masuk ke dalam golongan mana itu adalah terserah Anda, keputusan ada di tangan Anda. Akan tetapi jika Anda berusaha dengan keras dan memakai kecerdasan emosional Anda dalam usaha tersebut, saya yakin suatu saat nanti usaha Anda akan sukses seperti yang saya harapkan untuk diri saya, keluarga, dan orang yang saya cinta.

Sukses Untuk Anda.

-AnQGa-

Search

Powered By Blogger